Jumat, 16 Desember 2011

Tentang Dia, Sahabatku


Apa kamu ingat??
10 tahun yang lalu
Di tempat ini, disekolah ini
Kau dan kauk bertemu
Saat kita masih bocah ingusan
Bermain bersama disekolah itu
Aku ingat..
Disaat hujan
Kau ingat tangga di dekat sekolah kita kawan??
Tempat kita menyimpratkan air satu sama lain
Terlebih jika hujan deras
Kita menyebutnya air terjun
Tertawa riang walau bibir ini sudah membiru kedinginan
Dan di tangga itu juga kawan
Kita berselisih paham
Hingga, ya seingatku tiga hari kita tidak bicara dan bertegur sapa
Dan di tangga itulah kita berbaikan
Dan bercerita tentang cinta pertama kita

Kawan,,
Aku rindu sekali denganmu
Aku rindu sekali dengan rambut bondolu
Canda tawamu selalu menjadi senjata ampuh saat aku tertunduk lesu
Aku rindu kamu disini
Sudah 10 tahun kita tidak bertemu kawan…
Banyak sekali yang ingin aku ceritakan
Sekali lagi,  aku sangat merindukanmu kawan
Kapan engkau akan kembali kesini??
Dadaku sudah teramat sesak menahan rindu ini

Aku merindukanmu
Aku merindukanmu
Aku merindukanmu
Selalu….

Rabu, 07 Desember 2011

Tugas Ekonomi Koperasi


Nama   :Findi Yuningsih
NPM   : 22210785
KELAS: 2EB17
JUDUL: Prinsip Koperasi dan Sisa Hasil Usaha

A.    A. PRINSIP KOPERASI
Prinsip koperasi adalah suatu sistem ide-ide abstrak yang merupakan petunjuk untuk membangun koperasi yang efektif dan tahan lama.

Prinsip Koperasi Indonesia Menurut UU No. 12 tahun 1967

1.Sifat keanggotaannya sukarela dan terbuka untuk setiap WNI
2. Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi sebagai pencerminan demokrasi dalam koperasi.
3. Pembagian SHU diatur menurut jasa masing-masing anggota
4. Adanya pembatasan bunga atas modal
5. Mengembangkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat umumnya
6. Usaha dan ketatalaksanaannya bersifat terbuka
7. Swadaya, swakarya, dan swasembada sebagai pencerminan prinsip dasar percaya pada diri sendiri

Dalam Penjelasan dari Pasal (5) UU No. 25 Tahun 1992 tersebut, diuraikan bahwa prinsip koperasi adalah merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan berkoperasi. Dengan melaksanakan keseluruhan prinsip tersebut, koperasi mewujudkan dirinya sebagai badan usaha sekaligus sebagai gerakkan ekonomi rakyat yang berwatak sosial.
Prinsip koperasi merupakan esensi dari dasar kerja koperasi sebagai badan usaha dan merupakan ciri khas serta jati diri koperasi. Dengan adanya prinsip tersebut, koperasi dapat dibedakan dari badan usaha lainnya, karena adanya:
1. Sifat kesuka relaan dalam keanggotaan koperasi.
Sifat ini mengandung arti bahwa menjadi anggota koperasi tidak boleh dipaksakan oleh siapapun, sifat kesuka relaan ini juga mengandung arti bahwa seorang anggota dapat mengundurkan diri dari koperasi sesuai dengan syarat yang ditentukan dalam Anggaran Dasar Koperasi.
2. Adanya prinsip demokrasi.
Prinsip ini menunjukkan bahwa pengelolaan koperasi dilakukan atas kehendak keputusan para anggotanya. Kalau dikaji secara mendalam, prinsip atau asa koperasi tersebut merupakan penerimaan dari rumusan prinsip-prinsip seperti dirumuskan oleh international cooperative alliance (I.C.A) atau aliansi koperasi internasional.
3. Pembagian sisa hasil usaha berdasar atas prinsip keadilan dan asas kekeluargaan.
Sisa hasil usaha koperasi tidak dibagi semata-mata atas dasar modal yang dimiliki anggota dalam koperasi, tetapi juga atas dasar perimbangan jasa usaha mereka terhadap koperasi.
4. Koperasi bukan merupakan akumulasi modal.
Meskipun koperasi bukan merupakan suatu akumulasi modal, tetapi koperasi memerlukan modal pula untuk menjalankan kegiata usahanya.
5. Prinsip Kemandirian dari koperasi.
Prinsip ini mengandung arti bahwa koperasi harus dapat berdiri sendiri, tanpa bergantung kepada pihak lain yang dilandasi oleh kepercayaan kepada pertimbangan, keputusan, kemampuan dan usaha sendiri.
6. Selain lima prinsip tersebut, dalam pengembangan dirinya koperasi juga melaksanakan prinsip-prinsip pendidikan perkoperasian dan bekerja sama dengan antar koperasi.

Sejarah Prinsip Koperasi
Prinsip-prinsip koperasi bermula dari aturan-aturan umum pengelolaan koperasi yang dikembangkan oleh pelopor-pelopor koperasi di Rochdale, yang dikenal sebagai “prinsip-prinsip Rochdale”. Keberhasilan perjuangan koperasi di Rochdale memang banyak ditentukan oleh semangat kerja para pengurusnya, yang benar-benar merasakan kepahitan hidup era revolusi industri di Inggris. Karena itu, rumusan prinsip-prinsip koperasi Rochdale itu adalah hasil dari proses pemikiran yang dalam, matang oleh kepahitan zaman, teruji oleh kenyataan sejarah, dan didorong oleh semangat yang tinggi untuk mengangkat martabat manusia.
Sejalan dengan perkembangan koperasi dibagian dunia lainnya, prinsip-prinsip Rochdale itu dijadikan contoh dan pedoman oleh hampir seluruh gerakan koperasi didunia. Meskipun demikian, pengambilalihan prinsip-prinsip koperasi Rochdale tersebut tidak dilakukan sepenuhnya, melainkan disesuaikan dengan kondisi lingkungan serta budaya masyarakat tempat koperasi didirikan.
Walaupun demikian, dalam bukunya The Cooperative Sector, Fauguet (1951), mengatakan bahwa setidak-tidaknya ada empat prinsip yang harus dipenuhi oleh setiap badan usaha yang menamakan dirinya koperasi, yaitu :
  1. Adanya pengaturan tentang keanggotaan organisasi yang berdasarkan kesukarelaan.
  2. Adanya ketentuan atau peraturan tentang persamaan hak antara para anggota.
  3. Adanya ketentuan atau peraturan tentang partisipasi anggota dalam ketatalaksanaan dan usaha koperasi.
  4. Adanya ketentuan tentang perbandingan yang seimbang terhadap hasil usaha yang diperoleh, sesuai dengan pemanfaatan jasa koperasi oleh para anggotanya.
Berikut adalah contoh kasus tentang Prinsip Koperasi
1.      Di Semarang Jawa Tengah, perkembangan BMT menurut Ikhwan dan diperkuat lagi dengan penelitian Rahman yang mengukur tingkat kesejahteraan kinerja keuangan 228 BMT di Jawa Tengah termasuk di Kota Semarang menunjukkan bahwa 66, 23 % BMT cukup sehat, dan 23,25 % berada dalam keadaan kurang sehat dan 3,07 dalam keadaan tidak sehat. Kompleksitas masalah yang dihadapi oleh BMT tidak hanya pada legitimasi dan dasar legal formal atas eksistensi BMT saja, tetapi lebih dari itu. Dalam prakteknya juga menghadapi kendala operasional, misalnya konsistensi penerapan prinsip – prinsip syar’i yang menjadi sumber rujukan segaa aktifitasnya.
Sebagai contoh keharusan adanya jaminan dalam setiap akad pemberian kredit (pembiayaan) baik menggunakan skema akad mudharabah, atau musyarakah, bai almuarabahah, atau juga menggunakan gadai (rahn). Hampir dalam setiap bentuk akad yang diterapkan selalu mempersyaratkan adanya barang jaminan. Padahal jika kita melihat aturannya tidak semua akad pembiayaan (kredit) harus disertai dengan adanya barang jaminan. Misalnya akad mudharabah, qardul hasan dll.
Persyaratan adanya jaminan sebetulnya menjadi wajar karena hal tersebut juga tersirat menurut dalam Undang-Undang No. 10 Tahun 1998. Di sana disebutkan bahwa jaminan (agunan) merupakan “keharusan” dalam beberapa produk lembaga keuangan syari’ah. Penggunaan jaminan dalam semua akad tersebut seakan menjadi keharusan. Padahal jika dirunut akar syar’i, hanya dalam akad gadai saja yang secara eksplisit terdapat keharusan menyerahkan jaminan. Ini berarti ada penyimpangan dalam operasionalisasi BMT karena praktek semacam itu pada hakekatnya tidak jauh berbeda dengan Praktek Bank konvensional yang berprinsip tidak ada kredit tanpa jaminan.
Masalah lain yang juga menjadi concern BMT adalah masalah implementasi penerapan hukum jaminan. Dalam lembaga keuangan konvensional, kegiatan pinjam-meminjam (kredit) dilakukan dengan menggunakan pembebanan hak tanggungan atau hak jaminan sebagaimana telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan yang merupakan pelaksanaan dari Pasal 51 Undang-Undang Nomor 5 Tahun1960 tentang Undang-Undang Pokok Agraria, dan sekaligus sebagai pengganti dari lembaga Hipotek atas tanah. Akan tetapi di banyak BMT, masih sedikit BMT yang telah menerapkan hukum jaminan
sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Singkatnya, menurut Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan dan Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, bahwa salah satu syarat jaminan adalah harus didaftarkan ke kantor pendaftaran jaminan dan cara eksekusinya adalah dengan prosedur tertentu sebagaimana diatur dalam peraturan tersebut.

2.      Kasus Koperasi KarangAsem Membangun
Kasus Kospin (Koperasi Simpan Pinjam) di Kabupaten Pinrang, Sulawawesi Selatan yang menawarkan bunga simpanan fantastis hingga 30% per bulan sampai akhirnya nasabah dirugikan ratusan milyar rupiah, ternyata belum menjadi pelajaran bagi masyarakat Indonesia.
Bagi Anda yang belum pernah tahu Kabupaten KarangAsem, belakangan ini akan semakin sering mendengar nama KarangAsem di media massa. Apa pasalnya, sehingga nama KarangAsem mencuat? Jawaban paling sahih, mencuatnya nama KarangAsem akibat adanya kasus investasi Koperasi KarangAsem Membangun.
Kabupaten KarangAsem adalah salah satu kabupaten di Provinsi Bali. Kabupaten ini masih tergolong kabupaten tertinggal dengan tingkat pendidikan masyarakat yang rendah dan kondisi perekonomian daerah yang relatif ‘morat-marit’. Data dari Pemda Karangasem menyebutkan pendapatan per kapita masyarakat hanya sekitar Rp 6 juta per tahun.
Pada tahun 2006 lalu, di kabupaten ini lahirlah sebuah koperasi dengan nama Koperasi KarangAsem Membangun (KKM). KKM ini dalam operasinya mengusung beberapa nama ‘besar’ di daerah tersebut. Pengurus KKM, misalnya, diketuai oleh Direktur Utama PDAM Karangasem, I Gede Putu Kertia, sehingga banyak anggota masyarakat yang tidak meragukan kredibilitas koperasi tersebut. Dengan bekal kredibilitas tersebut, KKM tersebut mampu menarik nasabah dari golongan pejabat dan masyarakat berpendidikan tinggi.
KKM sebenarnya bergerak pada beberapa bidang usaha, antara lain simpan pinjam, toko dan capital investment (bisa dilihat di website KKM di http://www.kkm.balipromotion.net/). Salah satu layanan KKM yang menjadi ‘primadona’ adalah Capital Investment (Investasi Modal). Layanan Capital Investment yang dikelola oleh KKM menjanjikan tingkat pengembalian investasi sebesar 150% setelah tiga bulan menanamkan modal. Dengan kondisi sosial dimana mayoritas masyarakat tergolong ekonomi kurang mampu dan juga pendidikan yang relatif rendah, iming-iming keuntungan sebesar itu tentunya sangat menggiurkan. Lucunya, ada juga beberapa anggota DPRD Kabupaten Karangasem yang ikut ‘berinvestasi’ di KKM, bahkan ada yang sampai menanamkan modal sebesar Rp.400 juta.
Konyolnya, walaupun KKM menawarkan produk investasi, koperasi tersebut sama sekali tidak mengantongi ijin dari Bapepam. Pada kenyataannya, sebenarnya layanan Investment Capital tersebut adalah penipuan model piramida uang. Sebagian nasabah yang masuk duluan, memang berhasil mendapatkan kembali uangnya sekaligus dengan ‘keuntungannya’. Seorang pemodal misalnya, memberikan testimoni bahwa hanya dengan bermodalkan Rp 500 ribu, dalam waktu 3 bulan ia mendapatkan hasil Rp.1,5 juta. Dengan iming-iming 150% tersebut, antara November 2007 hingga 20 Februari 2009, KKM berhasil menjaring 72.000 nasabah dengan nilai total simpanan Rp.700 milyar.
Secara akal sehat, tentunya sangat tidak masuk akal bahwa produk investasi KKM bisa menawarkan keuntungan yang begitu tinggi (150% per tiga bulan alias 600% per tahun). Perlu diingat, return 150% hanya untuk nasabah saja, belum termasuk biaya operasional dan margin bagi KKM. Artinya, KKM harus menginvestasikan modal nasabah dengan return di atas angka 150% tersebut dalam waktu tiga bulan, agar skema capital investment tidak ambruk. Ini tentunya boleh dikatakan mustahil bisa bertahan lama.
Beruntung Bupati Karangasem, I Wayan Geredeg cepat bertindak, dengan meminta kepolisian segera menutup bisnis investasi ala KKM tersebut. Hasil penyitaan asset, hanya berhasil menyita asset senilai Rp.321 milyar atau hanya separuh dari simpanan total nasabah Rp.700 milyar. Lebih dari Rp.400 milyar uang nasabah tidak dapat dipertanggungjawabkan. Sayangnya, tindakan Bupati Karangasem, justru ditentang oleh para nasabah. Ironis sekali, mereka tidak merasa tertipu dan menganggap Bupati Karangasem melakukan fitnah sehingga pengurus KKM ditangkap polisi. Nasabah malah meminta pengurus KKM dibebaskan, agar dana mereka yang telah disetorkan dapat dikembalikan.
Perilaku nasabah KKM, bisa dikatakan mirip-mirip dengan member InterMetro Fund dan Bisnis5Milyar.com yang pernah diangkat di blog JanganSerakah ini. Mereka tidak mau mempelajari skema investasi yang dijanjikan dan hanya terfokus pada return yang menarik. Nasabah KKM juga mengabaikan fakta bahwa skema capital investment ala KKM tidak mendapatkan ijin, baik dari Bank Indonesia atau Bapepam. Tuntutan nasabah KKM agar Pemerintah mengganti uang yang dsetorkan ke KKM juga sulit untuk direalisasikan, karena investasi murni keputusan nasabah dan kondisi fiskal pemerintah tidak memungkinkan bailout.
Dengan latar belakang pendidikan rendah, mungkin nasabah KKM tidak mengenal nama Ponzi atau Madoff, tapi paling tidak seharusnya mereka bisa menggunakan akal sehat agar investasi tersebut tidak hilang sia-sia. Penegakan hukum oleh kepolisian dan Bupati Karangasem mungkin agak terlambat, tapi hal itu harus dilakukan agar tidak semakin banyak calon-calon nasabah yang dirugikan. Kasus Koperasi ini meskipun merupakan sebuah pengalaman pahit, namun bisa menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat dan pemerintah!

B.     B. SISA HASIL USAHA
Pengertian  SHU
Sisa Hasil Usaha merupakan pendapatan KOPERASI yang diperoleh dalam satu tahun  dengan biaya yang dapat dipertanggungjawabkan, penyusutan, dan kewajiban lainnya termasuk Pajak dan Zakat yang harus dibayarkan dalam tahun buku yang bersangkutan.Atau selisih dari seluruh pemasukan atau penerimaan total (total revenue [TR]) dengan biaya-biaya atau biaya total (total cost[TC]) dalam satu tahun buku. Di dalam AD/ART koperasi telah ditentukan pembagian SHU sebagai berikut: Cadangan koperasi 40%, jasa anggota 40%, dana pengurus 5%, dana karyawan 5%, dana pendidikan 5%, dana sosial 5%, dana pembangunan lingkungan 5%.
•Tidak semua komponen di atas harus diadopsi dalam membagi SHU-nya. Hal ini tergantung dari keputusan anggota yang ditetapkan dalam rapat anggota
PRINSIP – PRINSIP PEMBAGIAN SHU KOPERASI
1.     SHU yang dibagi adalah yang bersumber dari anggota
2.    SHU anggota adalah jasa dari modal dan transaksi usaha yang dilakukan anggota sendiri
3.    Pembagian SHU anggota dilakukan secara transparan
4.    SHU anggota dibayar secara tunai.
Pembagian SHU per anggota
SHU per anggota
•         SHUA = JUA + JMA
Di mana :
SHUA = Sisa Hasil Usaha Anggota
JUA      = Jasa Usaha Anggota
JMA    = Jasa Modal Anggota
Adapun informasi tang disajikan dalam Sisa Hasil Usaha adalah :
1.SHU total koperasi pada satu tahun buku
2.Bagian SHU anggota
3.Total simpanan seluruh anggota
4.Jumlah simpanan per anggota
5.volume usaha per anggota

Berikut adalah contoh kasus Sisa Hasil Usaha
1.      Contoh Kasus :
Koperasi “Sejahtera Jaya” yang jumlah simpanan pokok dan simpanan wajib anggotanya sebesar Rp 100.000.000,- menyajikan perhitungan laba rugi singkat pada 31 Desember 2007 sebagai berikut :
(hanya untuk anggota):
Penjualan Rp 450.000.000,-
Harga Pokok Penjualan Rp 400.000.000,-
Laba Kotor Rp 50.000.000,-
Biaya Usaha Rp 20.000.000,-
Laba Bersih Rp 30.000.000,-
Berdasarkan RAT, SHU dibagi sebagai berikut:
• Cadangan Koperasi 30%
• Jasa Anggota 20%
• Jasa Modal 10%
• Jasa Lain-lain 15%
Buatlah:
a. Perhitungan pembagian SHU
b. Jurnal pembagian SHU
c. Perhitungan persentase jasa modal
d. Perhitungan persentase jasa anggota
e. Hitung berapa yang diterima Bapak Indra (seorang anggota koperasi) jika jumlah simpanan pokok dan simpanan wajibnya Rp 300.000,- dan ia telah berbelanja di koperasi Sejahtera Jaya senilai Rp 720.000,-
JAWABAN
a. Perhitungan pembagian SHU
Keterangan SHU Rp 30.000.000,-
Cadangan Koperasi 30% Rp 9.000.000,-
Jasa Anggota 25% Rp 7.500.000,-
Jasa Modal 20% Rp 6.000.000,-
Jasa Lain-lain 25% Rp 7.500.000,-
Total 100% Rp 30.000.000,-
b. Jurnal
SHU Rp 30.000.000,-
Cadangan Koperasi Rp 9.000.000,-
Jasa Anggota Rp 7.500.000,-
Jasa Modal Rp 6.000.000,-
Jasa Lain-lain Rp 7.500.000,-
c. Persentase jasa modal
(Bagian SHU untuk jasa modal : Total modal) x 100%
= (Rp 6.000.000,- : Rp 100.000.000,-) x 100% = 6%
Keterangan:
- Modal koperasi terdiri dari simpanan pokok dan simpanan wajib
- Simpanan sukarela tidak termasuk modal tetapi utang
d. Persentase jasa anggota
(Bagian SHU untuk jasa anggota : Total Penjualan Koperasi) x 100%
= (Rp 7.500.000,- : Rp 450.000.000,-) x 100% = 1,67%
Keterangan:
- perhitungan di atas adalah untuk koperasi konsumsi
- untuk koperasi simpan pinjam, total penjualan diganti dengan total pinjaman
e. Yang diterima Bapak Indra:
- Jasa modal = (Bagian SHU untuk jasa modal : Total modal) x Modal Bapak Indra
= (Rp 6.000.000,- : Rp 100.000.000,-) x Rpo 300.000,- = Rp 10.000,-
- Jasa anggota = (Bagian SHU untuk jasa anggota : Total Penjualan Koperasi)x Pembelian Bapak Indra= (Rp 7.500.000,- : Rp 450.000.000,-) x Rp 720.000,- = Rp 12.000,-
Jadi yang diterima Bapak Indra adalah Rp 10.000,- + Rp 12.000,- = Rp 20.000,-
Keterangan: untuk koperasi simpan pinjam, Pembelian Bapak Indra diganti Pinjaman Bapak Indra pada koperasi .

2.      SHU KOPERASI Koperasi Gunadarma setelah Pajak adalah Rp. 3000.000, Jika dibagi sesuai prosentase Pembagian SHU KOPERASI koperasi seperti Cadangan 40%, Dana Pengurus 5%, Dana Karyawan 5%, Dana Pembangunan Daerah Kerja / Pendidikan 5%, Dana Sosial 5%, yang bisa dibagi kepada anggota adalah SHU KOPERASI dibagi pada anggota 50%.  Contoh yang disampaikan sebelumnya maka diperoleh:
Cadangan : 40 % = 40% x Rp.3.000.000,- = Rp. 1.200.000,-
SHU KOPERASI Dibagi pada anggota : 40 % = 40% x Rp.3.000.000,- = Rp. 1.200.000,-
Dana pengurus : 5 % = 5% x Rp.3.000.000,- = Rp. 150.000,-
Dana karyawan : 5 % = 5% x Rp.3.000.000,- = Rp. 150.000,-
Dana Pembangunan Daerah kerja / Pendidikan : 5 %= 5% x Rp.3.000.000,- = Rp. 150.000,-
Dana sosial : 5 % = 5% x Rp.3.000.000,- = Rp. 150.000,-
Yang bisa dibagi kepada anggota adalah SHU KOPERASI Dibagi pada anggota : 40 %
Atau dalam contoh diatas senilai Rp.1.200.000,-
Maka Langkah-langkah pembagian SHU KOPERASI adalah sebagai berikut:
a. Di RAT ditentukan berapa persentasi SHU KOPERASI yang dibagikan untuk aktivitas ekonomi (transaksi anggota) dan berapa prosentase untuk SHU KOPERASI modal usaha (simpanan anggota) prosentase ini tidak dimasukan kedalam AD/ART karena perbandingan antara keduanya sangat mudah berubah tergantung posisi keuangan dan dominasi pengaruh atas usaha koperasi, maka harus diputuskan setiap tahun . Biasanya prosentase SHU KOPERASI yang dibagi atas Aktivitas Ekonomi ( Y) adalah 70% dan prosentase SHU KOPERASI yang dibagi atas Modal Usaha adalah 30%. Jika demikian maka sesuai contoh diatas
Y = 70% x Rp.1.200.000,-
= Rp. 840.000,-
X = 30% x Rp.1.200.000,-
= Rp. 360.000,-
b. Hitung Total transaksi tiap anggota, total simpanan tiap anggota dan total transaksi seluruh anggota serta total simpanan seluruh anggota.
Sebagi contoh kita akan menghitung SHU KOPERASI Gunadarma. Dari data transaksi anggota diketahui Gunadarma bertransaksi sebesar Rp. 20.000,- dengan simpanan Rp. 10000,- sedangkan total transaksi seluruh anggota adalah Rp.15.000.000,- dengan total simpanan anggota adalah Rp.3.000.000,-
Maka
SHU KOPERASI A Gunadarma = Rp. 20.000,-/ Rp.15.000.000,-( Rp. 840.000,-)
= Rp. 1120,-
SHU KOPERASI MU Gunadarma = Rp. 10.000,- / Rp.3.000.000,- (Rp. 360.000,-)
= Rp.1200,-
Sumber diperoleh dari


Sabtu, 26 November 2011


Nama : Findi Yuningsih
Kelas : 2 EB 17
NPM: 22210785
Tugas : umum1


Belajar gombal ^^

Cuma sekedar iseng plus untuk menambah nilai tugas softskill saya J  .enjoyy



Aku     : “aku ga takut loh sama kuntilanak dan kawan-kawannya itu
Kamu  : “Loh kok gitu?”
aku      : “iya karena aku lebih takut kehilangan kamu”
#eeaaaa J

Aku     : “burung punya sayap dipake buat terbang mengelilingi dunia, tapi kalo aku punya   sayap aku gamau kaya mereka
Kamu  : “ Loh terus buat apa dong?”
Aku     ; “aku bakal terbang dan nulis nama kamu di awan biar semua orang tau kalo aku sayang  dan cinta banget sama kamu
#jjiieee

Aku : “kamu tuh nyebelin tau gak!!
Kamu : “Loh kenapa?”
Aku : “kenapa sih kamu tiap malem ada di mimpi aku terus.kan aku jadi tambah kangen sama kamu”
#SalahGombalModeOn


Aku : “kata orang kalo mau ngilangin badmood harus jalan-jalan biar gak bĂȘte lagi. Tapi kalo aku punya cara sendiri buat ngilangin badmood aku
Kamu : “dengan cara apa tuh?”
Aku : “dengan cara mandang senyum kamuuu
#suitsuiittt 


Aku : “bapak kamu tukang cat warna yaa?”
Kamu : “emang kenapa?”
Aku : “abis mata kamu memancarkan warna-warna indah yang bikin aku selalu ingin memandang wajah kamu
#eeeaaaa 


*Lagi di Pantai*
Kamu : “aku pengen deh menyelam dipantai ini. Indah banget
Aku : “mending kamu menyelam ke hati aku biar kamu tau cinta aku lebih indah dari pantai itu
#oooooo 


Aku : “gak nyangka ya kamu punya bakat terpendam”
Kamu : “bakat apaan tuh?”
Aku : “ bakat ngerebut hati aku”
#ceeiilaahh 


Kamu : “aku pulang ke rumah dulu yaa”
Aku : “mending kamu pulang ke hati aku aja, rumah hati aku Cuma buat kamu ko
#prikitiw

Selasa, 25 Oktober 2011

Tugas Ekonomi Koperasi

Nama   :Findi Yuningsih
NPM   : 22210785
KELAS: 2EB17
JUDUL: Pengertian Ekonomi Koperasi

1.      Tugas Khusus 1.a 
Menurut analisis saya setelah membaca sumber dari http://maiaapasich.blogspot.com/2010/10/pengertian-ekonomi-koperasi.html , pengertian ekonomi koperasi adalah yang pertama kata dari koperasi, koperasi itu sendiri adalah suatu jenis usaha yang lebih mengedepankan kebutuhan masyarakat dengan harga yang “merakyat” sementara ekonomi itu sendiri adalah kegiatan yang bermula dari jual beli atau transaksi yang bisa menghasilkan uang atau keuntungan yang maksimal. Jadi ekonomi koperasi adalah suatu bentuk kerjasama di bidang ekonomi yang lebih mengedepankan kebutuhan masyarakat sekitarnya dengan harga jual yang rata-rata agak murah tanpa menghilangkan unsur mencari keuntungan

Tugas Khusus 1.b
Sementara analisis saya setelah membaca sumber dari http://www.unjabisnis.net/2010/04/ekonomi-koperasi.html , ekonomi koperasi salah satu jenis usaha yang didirikan demi memenuhi kebutuhan dan sebagai wadah kreativitas warganya. Contohnya seperti ini apabila ada seseorang atau warga sekitar daerah tersebut yang menghasilkan suatu barang katakanlah tas yang terbuat dari sampah plastik, barang tadi bisa dijual dengan harga yang terjangkau agar warga sekitar bisa membelinya. Hasil dari penjualan tadi bisa dinikmati oleh si pembuat kerajinan bahkan kas koperasi warga tersebut


Tugas Khusus 1.c
Menurut analisis saya membaca sumber dari membaca sumber dari http://organisasi.org/arti_pengertian_definisi_fungsi_dan_peranan_koperasi_koprasi_indonesia_dan_dunia_ilmu ekonomi koperasi adalah suatu badan usaha yang menganut system social dan kemasyarakatan atau usaha bersama yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.

Tugas Khusus 1.d
Menurut analisis saya tentang pengertian ekonomi koperasi dari http://ravina-bethebest.blogspot.com/2011/10/definisi-dan-pengertian-ekonomi.html , ekonomi koperasi adalah suatu badan usaha yang berdasarka kekeluargaan yang bebas masuk atau keluar dari kegiatan tersebut  yang bertujuan menyejahterakan anggotanya
Tugas Khusus 1.e
Menurut Prof.Dr.Sukanto Reksohadiprodjo dalam bukunya yang berjudul Manejemen Koperasi Edisi 3, analisis saya adala bahwa pengertian ekonomi koperasi adalahsuatu badan usaha rakyat yang berasaskan kekeluargaanyang terdiri dari berbagai orang atau badan-badan usaha
Tugas Khusus 1.f
Menurut analisis saya tentang pengertian ekonomi koperasi dari http://liahibatha.wordpress.com/2010/10/20/ekonomi-koperasi-tugas-1/ adalah suatu badan usaha yang bisa memberikan keuntungan dan pengembangan kreativitas masyarakat dengan menggunakan asas rendah biaya dan keuntungan yang  maksimal.
Tugas Khusus 1.g
Menurut analisis saya tentang pengertian ekonomi koperasi dari http://amelitablogs.blogspot.com/2010/10/pengertian-ekonomi-koperasi.html adalah badan usaha yang berdasarkan asan kekeluargaan serta demokrasi ekonomi dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam sistem perekonomian nasional dan koperasi bertujuan untuk memajukan kesejahteraan anggotanya
Tugas Khusus 1.h
Menurut analisis saya tentang pengertian ekonomi koperasi dari http://wildawahyuni.wordpress.com/2010/09/29/pengertian-ekonomi-koperasi/ adalah badan usaha yang berasaskan kekeluargaan dimana setiap orang berhak ikut dalam kegiatan koperasian
Tugas Khusus 1. i
Menurut analisis saya tentang pengertian ekonomi koperasi dari http://andamifardela.wordpress.com/2011/10/02/definisi-ekonomi-koperasi/ adalah suatu badan hukum atau badan usaha yang berasaskan kekelurgaan sesuai dengan UUD 1945 pasal 33 ayat 1 dan dimana koperasi memiliki landasan, prinsip, fungsi serta tujuan
Tugas Khusus 1.j
Menurut analisis saya tentang pengertian ekonomi koperasi dari http://www.dodifaedlulloh.com/2011/07/koperasi-dalam-perspektif-administrasi.html adalah suatu badan uasaha yang diikuti secara sukarela yang memiliki tujuan yang sama dan memberikan kontribusi untuk modal serta anggotanya  berperan secara aktif.